Alkohol Untuk Pembasmi Kuman; Cara Kerja dan Efek yang Dapat Ditimbulkan

Semua ibu rumah tangga, termasuk Anda, tentu ingin melakukan yang terbaik bagi suami dan putra-putri tersayang. Salah satunya adalah membuat rumah tetap bersih dan bebas dari kuman penyebab penyakit. Banyak cara bisa Anda lakukan. Menjaga kerapian, beberes/clean up secara berkala, dan menggunakan bahan-bahan perbersih anti kuman.

Alkohol Untuk Pembasmi Kuman; Cara Kerja dan Efek yang Dapat Ditimbulkan 

Di pasaran telah tersedia berbagai jenis pembasmi kuman. Dari yang diperuntukkan untuk lantai, di kamar mandi, tangan, dan meja/dinding dapur. Jika Anda terbiasa membersihkan meja/dinding dapur (khususnya yang terbuat dari porselen/ keramik) dengan menggunakan cairan pembersih kuman, pada artikel ini Anda akan diajak untuk lebih memahami tentang fungsi akohol untuk pembasmi kuman. 

Tentang Pembasmi Kuman

Sahabat tipsunikibu.com, cobalah Anda cermati bahan pembersih kuman/desinfektan untuk meja/dinding porselen di dapur. Apakah berwarna bening, berbau agak tajam, dan cepat menguap saat diusapkan ke permukaan? Jika iya, besar kemungkinan bahan pembasmi kuman tersebut mengandung alkohol. Terlebih jika Anda mendapati salah satu dari kata berikut ini pada komposisinya: 'Etil Alkohol' atau 'Etanol' atau 'Isopropanol'. Senyawa-senyawa tersebut adalah varian dari alkohol yang berfungsi sebagai pembasmi kuman.

Bahan aktif dalam desinfektan, atau sering disebut 'biosida', banyak macamnya, yaitu alkohol, aldehida, perok¬sida, fenol, ammonia, atau khlor.Tontoh desinfektan dari golongan senyawa klor yang banyak beredar di pasaran menggunakan benzalkonium klorida sebagai biosida dengan kadar 0,1%. Sisi plus dari alkohol sebagai desinfektan adalah fungsi gandanya sebagai biosida sekaligus pelarut dari biosida tersebut.

Etil Alkohol/Etanol, Isopropil alkohol

Secara istilah kimia, penamaan alkoho! menandakan adanya gugus -OH yang dimiliki oleh bahan tersebut pada struktur kimianya. Gugus -OH ini bisa berjumlah satu atau lebih. Etil alkohol (nama lain: etanol, rumus kimia: CH3-CH2-OH) dan isopropil alkohol (rumus kimia: (CH3)2-CH2-OH) adalah dua jenis alkohol yang banyak digunakan dalam pembasmi kuman dengan konsentrasi optimal 60-90%. Meskipun produk pembersih porselen/keramik anti kuman yang Anda gunakan tidak mencantumkan komposisi pada kemasannya, besar kemungkinan bahan anti kuman tersebut menggunakan salah satu dari dua lenis alkohol tersebut.

Etil alkohol/etanol dan isopropil alkohol berbeda karakter terhadap lemak dan air. Etanol memiliki sifat mudah mengikat air, sedangkan iggpropil alkohol mudah mengikat dengan lemak. Dalam membasmi kuman, etanol lebih ampuh membasmi virus, sementara isopropii alkohol lebih ampuh membasmi bakteri.

Penggunaan alkohol sebagai pembasmi kuman didasarkan pada sifat-sifat/karakteristik yang dimiliki bahan kimia ini. Alkohol ampuh membasmi bakteri E.coli (penyebab diare/ sakit perut) dan E.aerogenes (penyebab infeksi). 
 
Selain itu alkohol adalah pelarut yang murah, mudah digunakan, cepat kering, tidak meninggalkan noda membekas, dan relatif aman karena tidak merusak permukaan yang dibersihkan, khususnya dibandingkan dengan biosida khlor (Cl) yang bersifat mengoksidasi. Alkohol juga ekonomis. 
 
Produk yang murah akan memiliki daya saing tinggi dibandingkan produk sejenis yang berfungsi sama tetapi lebih mahal. Tak heran jika bahan pembasmi kuman dalam rumah tangga, khususnya dapur, menggunakan alkohol sebagai pelarut.

Cara keja alkohol membasmi bakteri dan virus

Alkohol bersifat merusak membran sel dari bakteri, sehingga terjadi denaturasi protein (pengubahan struktur protein I sehingga menjadi tidak aktif). Pada virus, alkohol akan ; melarutkan kantung lemak dari virus tersebut. Sebagai akibatnya, bakteri/virus akan mati.

Perkecualian bakteri endospora, yaitu bakteri yang membentuk spora sebagai perlindungan, seperti bakteri Chiostridium botulimum (penyebab keracunan makanan), dan virus yang tidak memiliki kantung lemak. Keduanya tak bisa  dibasmi oleh alkohol.

Risiko Alkohol di Pembasmi Kuman

Sahabat tipsunikibu.com, meski umum dipakai sebagai pembasmi kuman, alkohol mengandung beberapa risiko.Dibandingkan zat/pelarut lain sebagai pembasmi kuman, titik nyala alkohol lebih rendah, sehingga konsekuensinya, alkohol lebih mudah terbakar. Baik etanol ataupun isopropanol sama-sama mudah terbakar. Suatu larutan yang mengandung 30% etanol bisa menghasilkan campuran uap dan udara yang mudah terbakar pada suhu 29 °C. Bahkan kandungan etanol sebesar 5% saja bisa berefek yang sama pada suhu 62 °C.

Alkohol juga bersifat mengiritasi jaringan tubuh, seperti mata, kulit dan saluran pencernaan. Jika tanpa sengaja mata Anda terkena cairan pembersih kuman, maka yang perlu Anda segera lakukan adalah membilasnya sebanyak mungkin dengan air bersih, lalu periksakan ke dokter. 
 
Jika tanpa sengaja ada sebagian kecil pembasmi kuman yang tertelan oleh putra-putri Anda, maka pertolongan pertama dalam keadaan darurat adalah berikan air putih banyak-banyak untuk 'membilas' alkohol yang telah ma-suk dalam tubuh, lalu segera bawa ke dokter. 
 
Larutan yang mengandung etanol > 70% (seperti halnya alkohol pembasmi kuman) bisa menyebabkan luka-luka di organ pencernaan. Adapun isopropanol, daya racun terhadap tubuh berlipat kali dibandingkan etanol.

Alkohol: Pelarut vs Minuman Keras

Jika Anda menganggap bahwa alkohol dalam minuman keras dan alkohol dalam pelarut adalah sama, maka anggapan ini keliru. Alkohol sebagai pelarut telah mengalami proses denaturasi agar tidak dikonsumsi. Denaturasi adalah proses penambahan zat lain sebagai detanuran (yang bersifat racun) ke dalam alkohol untuk keperluan industri, sehingga tidak disalahgunakan sebagai bahan minuman keras. Namun, tidak semua orang paham tentang proses denaturasi dalam alkohol.

Beberapa denaturan yang umumnya ditambahkan dalam alkohol adalah metanol, kerosin, aseton, benzena (lihat kembali bahasan di bab 8 tentang efek racun dari benzena), dan sebagainya. Jika tertelan, efek racun dari denaturan ini jauh lebih merusak tubuh dibandingkan efek etanol ataupun isopropil alkohol seperti disebutkan di atas.

Kini Anda tahu mengapa terjadi korban jiwa jika orang menenggak minuman keras oplosan (yang bercampur alkohol industri, karena ketidaktahuan mereka).

Yang Perlu Anda Perhatikan

Bersikap hati-hati dalam pemakaian produk pembasmi kuman yang mengandung etanol/isopropanol. Tips berikut mungkin bermanfaat.
  • Gunakan produk pembasmi kuman sesuai instruksi pada label kemasan.
  • Jauhkan pembasmi kuman dari sumber panas atau api misalnya kompor, nyala api, atau paparan sinar matahari. 
  • Simpan di tempat yang aman, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Alternatif lain untuk pembasmi kuman yang murah, mudah dan tidak berisiko racun bagi tubuh adalah larutan vinegar atau cuka dapur encer, karena asam asetat yang terkandung dalam vinegar dan cuka dapur botolan bersifat membunuh bakteri.
Sekarang kita sudah mengetahui bagaimana cairan alkohol untuk pembasmi kuman daoat bekerja. Namun, cairan ini juga mempunyai efek yang berbahaya apabila kita tidak bijak dalam penggunaanya. Maka berhati-hatilah untuk pembaca semua saat akan mengguanakan alkohol untuk membersihkan kuman atau untuk keperluan lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.
0 Komentar untuk " Alkohol Untuk Pembasmi Kuman; Cara Kerja dan Efek yang Dapat Ditimbulkan "


Back To Top