Anda Suka Makanan Kemasan? Ini Hal yang Perlu Anda Ketahui

siapa yang tak tahu makanan kemasan? Selain makanan, minuman dalam kemasan juga sekarang telah banyak beredar di pasaran, produk ini terkenal praktis. Buah-buahan untuk es puding yang segar, jus buah dalam botol, minuman bersoda yang dingin, dan selai buah, semuanya siap sekejap untuk disantap. Begitu juga dengan minuman instan yang diperkaya dengan vitamin C. Sekali teguk, rasa haus Anda dan kebutuhan vitamin C bagi tubuh terpenuhi sekaligus dalam satu waktu. Semuanya menawarkan kepraktisan bagi Anda yang sibuk. Tetapi amankah mengonsumsinya?

Anda Suka Makanan Kemasan? Ini Hal yang Perlu Anda Ketahui

Sodium Benzoat sebagai Pengawet

Di bahasan sebelumnya telah disebutkan salah satu fungsi asam asetat dan asam sitrat sebagai bahan pengawet. Selain kedua jenis asam ini, terdapat jenis bahan pengawet lain yang umum ditambahkan dalam makanan/minuman dalam kemasan, yaitu sodium benzoat/ Na-benzoat (sodium = Na). Bahan kimia ini telah lama digunakan dalam sejarah sebagai pengawet. Pemakaiannya luas di industri makanan/minuman dalam kemasan. Namun tidak semua produsen menuliskan ’sodium benzoate’ dalam kemasan. Banyak dari mereka yang hanya menuliskan ‘as preservative’ saja.
Sodium benzoat dikenal ampuh menghambat pertumbuhan bakteri. Meski demikian, bahan ini kurang aktif terhadap pertumbuhan jamur. Karena itulah kadang kita jumpai jamur dalam bahan makanan yang diawetkan.

Tentang Zat Pengawet Sodium Benzoat

Sodium benzoat (CM NaO,) adalah garam sodium (Na) dari asam benzoat, berbentuk serbuk putih yang mudah larut dalam air. Bahan kimia ini telah lama diaplikasikan sebagai pengawet makanan/minuman karena kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk makanan.
Sodium benzoat berfungsi optimal pada suasana asam (pada derajad keasaman 2.5-4). sehingga cocok sebagai pengawet makanan/minuman yang bersifat asam, seperti buah-buahan dalam kaleng, minuman bersoda asinan/selai/jus buah botolan, cuka apel, dan sebagainya.

Sodium Benzoat vs Kesehatan

Sahabat tipsunikibu.com, berdasarkan studi pendahuluan tentang efek dosis dari sodium benzoat terhadap kesehatan, U.S.A menyatakan bahwa sodium benzoat aman dikonsumsi dengan batas yang diizinkan 0.1%. Di beberapa negara, batas yang diizinkan berkisar 0.15-0.25%. Tidak ditemukannya akumulasi sodium benzoat dalam tubuh, mengindikasikan bahan ini dibuang melalui proses metabolisme secara alami. Meskipun penelitian dari para ahli mendapati reaksi tubuh pasien berupa gangguan kulit dan pernapasan setelah mengonsumsi sodium benzoat, sejauh ini tidak/belum ada penelitian yang secara eksplisit menyimpulkan bahwa bahan pengawet ini tergolong berbahaya dan bisa menyebabkan kanker.
Dengan kata lain, Anda tak perlu menyikapi berlebihan terhadap sodium benzoat. Sepanjang Anda mengonsumsinya dalam batas yang dibolehkan, bahan kimia ini relatif aman bagi kesehatan tubuh.

Risiko Tersembunyi


Persepsi umum di atas menjadi perkecualian jika sodium benzoat digunakan sebagai pengawet makanan/minuman yang bersifat asam (dengan derajat keasaman 2-4.5), atau ke dalam makanan/minum tersebut ditambahkan asam askorbat (catatan: asam askorbat adalah bahan substitusi/ pengganti untuk vitamin C, dan banyak digunakan dalam industri minuman). Kedua kondisi ini, dengan dikatalisasi (dipercepat reaksinya) oleh ion-ion besi (Fe) dan tembaga (Cu) yang terikut dalam bahan baku ataupun dari proses produksi, berisiko terbentuknya senyawa benzena di dalam makanan/minuman kemasan. Yang perlu Anda ketahui, benzena adalah senyawa kimia yang berbahaya dan bersifat karsinogen (menyebabkan kanker) terhadap sel-sel tubuh.

Benzena dalam Makanan/Minuman Berpengawet

Proses terbentuknya benzena (rumus kimia : C6H6) dalam minuman kemasan yang mengandung asam askorbat dan berpengawet sodium benzoat melalui tahapan reaksi yang kompleks. Secara skematik, proses bertingkat tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut : 
         Asam askorbat -> H2O2 -> radikal OH+ 
                                  ↑
                          Ion logam     ↓
         Sodium benzoat -> Asam benzoat -> radikal asam benzoat -> benzena 
Pembentukan benzena melalui mekanisme yang sama juga bisa terjadi jika makanan dan minuman yang diawetkan itu bersifat asam, meskipun tanpa ada asam askorbat. 
Karena potensi terbentuknya benzena ini, sebaiknya Anda mewaspadai makanan/minuman berpengawet yang bersifat asam. Misalnya buah kalengan, acar sayur yang diawetkan, ikan/olahan hasil laut yang berasa asam, jus rasa buah, minuman suplemen dengan tambahan 'vitamin C' (yaitu asam askorbat), dan minuman ringan bersoda.
Survei yang dilakukan di beberapa negara maju seperti Australia, Irlandia, Kanada, Inggris, dan Amerika beberapa tahun silam menemukan kandungan benzena yang bervariasi kadarnya di berbagai minuman ringan bersoda, dari rendah hingga melebihi ambang batas.
Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa kadar benzena yang terbentuk juga tergantung dari faktor-faktor lain, seperti derajat keasaman dan kadar gula dari makanan/minuman yang diawetkan, kandungan logam terikut saat proses produksi, juga faktor suhu dan cahaya saat penyimpanan produk.

Ada Apa dengan Minuman Bersoda?

Bagi Anda yang memiliki masalah dengan lambung (sakit maag/gastritis), sebaiknya hindari minuman bersoda. Jenis minuman ini diproduksi dengan melarutkan gas karbon dioksida (CO2) bertekanan tinggi ke dalam produk cair minuman melalui proses karbonatasi. Gas CO2 yang terlarut tidak saja berfungsi memberi efek rasa menggigit’ saat minuman tersebut dikonsumsi tetapi juga menjadikan minuman tersebut bersifat asam sebagai akibat terbentuknya asam karbonat (rumus kimia: H2CO3) dalam larutan.
Derajat keasaman (disebut dengan pH) dari  minuman bersoda di pasaran berkisar 2,4 – 3,7, jauh lebih rendah dari pada (pH=7,0, netral). Ini berarti minuman bersoda bersifat sangat asam, yang akan memperburuk penyakit maag anda! 
Kondisi asam berpotensi menyebabkan terbentuknya benzena jika ke dalam minuman bersoda tersebut juga ditambahkan sodium benzoat sebagai pengawet.

Yang Sebaiknya Anda Lakukan

Sahabat tipsunikibu.com, dari uraian di atas, Anda bisa menarik kesimpulan bahwa tak perlu khawatir berlebihan terhadap sodium benzoat sebagai zat pengawet dalam makanan/minuman. Bahan kimia ini telah dikategorikan aman, dan penggunaannya pun telah diatur oleh badan kesehatan dunia yang berwenang. Yang mesti Anda sikapi dengan bijak untuk minuman dan makanan kemasan adalah: 
  • Mengonsumsinya secara benar sesuai dengan petunjuk kemasan,
  • Tidak berlebihan/ sesuai batas yang dibolehkan
  • Menghindari konsumsi makanan/minuman berpengawet yang bersifat asam atau bersoda; sebab berpotensi menyebabkan terjadinya senyawa benzena sebagai hasil reaksi dari sodium benzoat dengan asam. Benzena adalah senyawa karsinogen (penyebab kanker).
0 Komentar untuk " Anda Suka Makanan Kemasan? Ini Hal yang Perlu Anda Ketahui "


Back To Top