Anda Suka Terigu dan Beras Putih Bersih, Baca Ini!

Anda Suka Terigu dan Beras Putih Bersih, Baca Ini! 

banyak dari kita lebih menyukai terigu dan beras yang berwarna putih bersih dari pada yang kusam. Hal ini wajar karena warna putih akan mempercantik penampilan dari terigu dan beras. Selain itu beras dan terigu tersebut juga kelihatan lebih bersih. Namun, tahukah Anda jika penampilan putih bersih tersebut adalah hasil dari bahan kimia pemutih? Bahayakah untuk kesehatan kita? Baca terus artikel ini untuk mendapat penjelasan yang lebih lengkap.

Tentang Pemutih

Menurut teori marketing, pengambilan keputusan oleh konsumen (untuk membeli) sering dipengaruhi oleh persepsi. Apa yang tampak secara visual merupakan salah satu faktor pendorong untuk membeli atau tidak membeli. Tak heran jika kalangan industri berlomba membuat produknya semenarik mungkin agar laku. Termasuk pula industri makanan. Salah satunya adalah dengan menggunakan bahan pemutih untuk penampakan yang terkesan 'bersih'.

Jenis-jenis bahan kimia pemutih

  1. Peroksida (O-O) dan senyawa lain yang bersesuaian, misainya hidrogen peroksida, sodium peroksida, sodium perborat. potasium permanganat yang bersifat mengoksidasi.
  2. Klorin (Cl) dan senyawa lain yang bersesuaian, misalnya gas klorin, klorin dioksida, sodium hiproklorit, bubuk pemutih, lilium hipoklorit, sodium klorit yang bersifat mengoksidasi.
  3. Sufit (SO2) dan senyawa lain yang bersesuaian, misalnya sulfur dioksida sodium bisulfit, sodium hidrosuifit yang bersifat mereduksi.
Karakteristik bahan-bahan pemutih tersebut bersifaf spesifik. Pemutih untuk kertas berbeda dengan bahan pemutih untuk gula, dan sebagainya.
 

Pemutih dalam Bahan Makanan

  • Gula Pasir

Contoh umum bahan makanan yang diolah dengan menggunakan pemutih adalah gula pasir. Karena itu dikenal dua jenis gula pasir, yaitu raw sugar (gula yang diproses tanpa pemutih, berwarna kusam) dan white sugar (gula dengan pemutih). Pemutihan gula di pabrik dilakukan melalui proses sulfitasi dengan menggunakan senyawa sulfur dioksida (S02). Sebagai hasilnya, didapat gula pasir yang putih bersih, yang selama ini Anda konsumsi sekeluarga.
  • Tepung Terigu

Berbeda halnya dengan tepung terigu. Beberapa alternatif bahan kimia yang digunakan oleh industri pengolahan terigu adalah benzoil peroksida atau potassium bromat sebagai pemutih, juga nitrosil klorida, nitrogen peroksida, klorin, atau klorin dioksida sebagai pemeram/pematang. Bahan- bahan kimia itu tidak hanya mengubah warna kusam tepung menjadi putih bersih, tetapi juga memeram/mematangkan tepung sehingga meningkatkan kualitas produk olahan roti yang dihasilkan.

Sahabat tipsunikibu.com, para ahli berpendapat bahwa kandungan klorin dalam dosis tertentu (0.22-0.56 gram per kilogram) berdampak memperkaya rasa dan meningkatkan kualitas, tekstur dan volume dari butiran gandum. Di Amerika, badan pangan dan obat-obatan FDA (Food and Drug Administration) membolehkan penggunaan senyawa kimia sebagai pemutih/ pemeram tepung dalam dosis kecil.

Bagaimana Cara Kerja Proses Pemutihan?

Warna putih yang dihasilkan dari proses bleaching (pemutihan) suatu bahan adalah hasil reaksi kimia. Tergantung dari jenis pemutihnya, reaksi yang terlibat bisa berupa reaksi reduksi atau oksidasi (redoks) yang kompleks.

Reaksi pemutihan menyebabkan penguraian kromofor (molekul zat warna) yang terkandung pada bahan tersebut, atau pemecahan zat warna menjadi unit-unit kecil yang mudah larut saat proses pemutihan. Akibat dari terpecah/hilangnya molekul warna asli dari bahan tersebut, maka warna bahan t< i sebut berganti menjadi lebih putih.
  • Beras

Lain terigu, lain pula beras. Sahabat tipsunikibu.com, beras yang berwarna putih bersih belum tentu dikarenakan mutunya bagus, karena bisa jadi merupakan beras berkualitas rendah yang diberi pemutih jenis klorin. Produsen beras yang curang menyemprotkan larutan sodium hipoklorit (kaporit, Rumus kimia: Ca(ClO)2) pada beras hasil penggilingan. Setelah kering, beras kemudian siap dikemas dan dipasarkan. 
 
Cara ini menyebabkan kandungan klorin yang terikut pada beras tersebut cukup tinggi. Praktik semacam ini menyalahi aturan pemerintah, karena Peraturan Menteri Kesehatan No. 772/Menkes/Per/XI/88 yang diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168/Menkes/Per/X/1999, dan Permentan No. 32/OT. 140/2007 melarang penggunaan klorin pada beras.

Efek Klorin dan Bromin dalam Tepung terhadap Kesehatan

Telah disebutkan bahwa kandungan klorin dalam tepung (karena penggunaan gas klorin/klorin dioksida sebagai hasil proses pemutihan dan pemeraman) menguntungkan dari sisi tekstur dan rasa makanan. Tetapi Anda mungkin bertanya, apakah bahan kimia ini -meskipun sejumlah kecil - juga aman bagi kesehatan? Terlebih mengingat bahwa gas klorin/klorin dioksida tergolong gas berbahaya dan beracun?

Para ahli kesehatan berbeda sikap dalam hal ini. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa efek gas klorin/ klorin dioksida dalam pemrosesan tepung terigu aman bagi kesehatan. Kesimpulan mereka berdasarkan riset yang tidak menemukan adanya efek biologis dari tikus-tikus percobaan yang diberi makan dengan olahan dari tepung yang mengandung bahan pemutih tersebut.

Di sisi lain, sebagian ahli kesehatan berpendapat bahwa gas klorin/klorin dioksida yang digunakan sebagai pemutih/pemeram dalam proses pengolahan tepung berpotensi membahayakan kesehatan, karena menyebabkan ter bentuknya aloksan (rumus kimia: C4H204N2). Senyawa aloksan merupakan hasil reaksi dari gas klorin/klorin dioksida dengan protein dari gandum yang merupakan bahan baku tepung terigu, atau dari hasil reaksi oksigen dari gas klorin atau klorin dioksida (CI02) dengan xanthofil (yaitu molekul yang memberi warna kekuningan) pada gandum.

Aloksan bersifat merusak sel-sel pankreas penghasil hormon insulin. Jika tubuh tak lagi mampu menghasilkan Insulin, maka kandungan gula dalam darah akan tinggi, sehingga penderita rawan terkena diabetes tipe !l. Meskipun Kandungan aloksan dalam terigu tidaklah besar (karena protein dalam gandum berkisar 5-15%, dan kandungan xanthofil berkisar 0.1% saja), para ahli mengkhawatirkan efek .(kumulatifnya dalam tubuh terhadap penyakit diabetes.

Jika klorin dalam tepung tidak aman bagi tubuh, bagaimana dengan pemutih lain seperti potassium bromat (KBr03) dalam tepung? Bromin (Br) dalam potassium bromat pun berpotensi mengganggu kesehatan. Senyawa ini ditengarai merusak i.injal, menyebabkan kanker, dan gangguan tiroid akibat menurunnya penyerapan iodin oleh tubuh. Sesuai peraturan menteri kesehatan, potassium bromat termasuk bahan kimia yang dilarang untuk ditambahkan pada bahan makanan.

Efek Klorin dalam Beras Terhadap Kesehatan

Meskipun kalsium hipoklorit luas digunakan untuk membasmi kuman di pengolahan air minum atau kolam renang, tidak demikian halnya dalam beras. Mengonsumsi beras berklorin dalam dosis cukup tinggi dan terus menerus berpotensi mengganggu kesehatan.

Di dalam tubuh, klorin menyerang sel-sel dengan mengoksidasi asam amino menjadi nitrit dan aldehid, mengganggu sintesis protein, menimbulkan penyimpangan kromosom, dan bereaksi dengan asam nukleat. Pada dosis 3-30 ppm (part per million, catatan: 1 ppm = 1 miligram per liter), klorin berisiko menyebabkan kerusakan sel-sel darah, kanker darah, mengganggu fungsi lever, mengganggu sistem pernapasan, selaput lendir, mata, kulit, pernapasan, bahkan kematian.

Yang Harus Anda Lakukan

Bersikap bijak adalah yang terbaik. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah:
  • Jika selama ini Anda menggunakan tepung terigu putih, gantilah dengan yang tanpa pemutih. Jika memungkinkan, pilih yang disertai label 'unbleached flour' atau 'bebas pemutih' pada kemasannya.
  • Ubah cara pandang Anda bahwa bahan makanan yang putih bersih adalah lebih baik. Faktanya: belum tentu baik pula bagi kesehatan Anda.
  • Ganti segera beras Anda dengan yang bebas klorin jika terdapat ciri-ciri berikut ini:

Kenali Ciri-Ciri Beras Berklorin:
  • Warna putih beras terlihat mengkilat, tidak kusam
  • Tercium bau bahan kimia
  • Jika digenggam terasa licin, tidak kesat.
  • Saat mencuci beras, air rendaman beras terlihat putih pekat
  • Setelah dimasak nasi berubah warna menjadi kekuningan dan berbau apek jika disimpan dalam pemanas selama enam jam Atau berubah kekuningan disertai kerak yang mengeras jika disimpan dalam wadah biasa selama tiga jam.
Penampilan terigu atau beras yang putih bersih memang sangat menggiurkan, tapi sebaiknya Anda waspada jika bahan pangan tersebut ternyata mengandung bahan kimia sebagai pemutih. Akan lebih baik jika kita memilih beras atau terigu yang lebih sehat meskipun dengan penampilan yang kusam. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.
0 Komentar untuk " Anda Suka Terigu dan Beras Putih Bersih, Baca Ini! "


Back To Top