Bahaya Asam Lemak Trans di Margarin atau Mentega

kita semua tentu sudah sangat akrab dengan margarin atau mentega. Ya, bahan masakan yang satu ini dapat digunakan untuk roti maupun untuk menumis masakan. Namun, tahukah Anda jika margarin yang  sering kita gunakan mengandung asam lemak trans yang berpengaruh pada kesehatan kita. Untuk lebih jelasnya mari kita simak artikel berikut ini.

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka menumis masakan dengan margarin. Margarin dipercaya menambah rasa gurih pada masakan tumisan daripada minyak goreng. Sebagai ibu yang selalu berusaha menyajikan makanan sehat dan lezat untuk keluarga, tak sedikit dari Anda yang sering menggunakan margarin. Tetapi apakah pilihan tersebut sudah tepat? Temukan jawabannya di uraian berikut.

Perbedaan Mentega dan Margarin

 
 
Telah dibahas sebelumnya tentang asam lemak yang berasal dari tumbuhan atau hewan. Selain dalam bentuk cair berupa minyak goreng, asam lemak pun bisa dihasilkan dalam bentuk padat yang alami (misal: lemak binatang atau umum disebut dengan 'tallow') atau padatan hasil proses modifikasi (misal: mentega atau margarin).

Meskipun sama-sama berwujud padat, mentega dan margarin berbeda bahan baku. Margarin dibuat dari asam lemak nabati, sedangkan mentega dibuat dari asam lemak hewani, baik berasal dari lemak susu ataupun lemak badan. Bagi Anda yang muslim, pastikan memilih margarin atau mentega dari lemak hewani/lemak susu yang mendapat label halal.

Margarin dan mentega dihasilkan dari proses hidrogenasi sebagian dari minyak tumbuhan. Selain menghasilkan lemak dalam bentuk padat, proses hidrogenasi sebagian ini juga meningkatkan kandungan asam lemak trans dalam minyak tersebut.

Asam lemak trans secara alami telah terkandung dalam minyak tumbuhan dalam kadar rendah. Selain dihasilkan dari proses hidrogenasi, asam lemak trans juga bisa terbentuk akibat pemanasan minyak/lemak pada suhu tinggi.

Proses Pembuatan Margarin atau Mentega

 
Proses pembuatan margarin/mentega dari bahan cair  dilakukan dengan mengalirkan gas hidrogen (H) pada bahan tersebut. Dengan bantuan katalis*) berupa logam tertentu seperti nikel (Ni) atau palladium (Pa), hidrogen akan berikatan dengan atom karbon yang memiliki ikatan ganda dua (C=C)  atau ganda tiga (C = C), sehingga menyebabkan sebagian ikatan ganda tersebut berubah menjadi ikatan jenuh (C-C) Sebagai hasilnya, minyak tumbuhan/lemak hewan cair tersebut berubah menjadi semi padat.

Reaksi penambahan hidrogen ke dalam ikatan ganda antar atom karbon ini, sehingga menyebabkan sebagian ikatan ganda berubah menjadi ikatan jenuh, disebut dengan reaksi hidrogenisasi sebagian (partial hydrogenation)

*) katalis: zat yang mempercepat berlangsungnya ,reaksi reaksi kimia, tetapi tidak ikut bereaksi

Asam Lemak Trans: Kegunaan vs Kesehatan

Beberapa bahan makanan yang mengadung asam lemak trans dengan kadar tinggi adalah margarin, mentega, shortening (margarin putih), minyak nabati yang di-hidrogenasi, sup instan, fast food, snack, berbagai saus dan salad dressing.

Lemak trans banyak digunakan di industri makanan karena menguntungkan. Selain memakai bahan baku yang murah (yaitu minyak tumbuhan), juga hasil akhirnya memiliki nilai plus dalam penampilan, cita rasa dan daya tahan makanan. Misalnya, biskuit terasa renyah, permukaan kue menjadi lebih bertekstur, dan tahan lama karena tak mudah tengik.

Sahabat tipsunikibu.com, selain sebagai bahan baku industri makanan, lemak trans banyak dipakai oleh restoran/cafe untuk memasak kentang goreng (french fries) dengan sistem deep frying. Kentang goreng yang dimasak dengan lemak trans terasa lebih renyah dan gurih daripada dimasak dengan minyak goreng biasa.

Margarin dengan kadar lemak trans yang rendah mempunyai ciri-ciri lembut dan mudah dioleskan ke permukaan roti ketika dikeluarkan langsung dari lemari es; dan sebaliknya. Di negara-negara maju bahkan proses pembuatan margarin untuk olesan roti telah diubah sedemikian sehingga tidak lagi menghasilkan lemak trans dengan kadar tinggi.

Namun ada sisi lain dari lemak trans yang mesti Anda waspadai. Penelitian menyimpulkan bahwa konsumsi ma¬kanan dengan kadar lemak trans yang tinggi akan meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kadar HDL (kolesterol baik), sehingga rentan terhadap serangan stroke dan penyakit jantung koroner.

Bagaimana Sebaiknya?


Ada beberapa cara untuk menghindari konsumsi lemak trans. Tip berikut mungkin bermanfaat.
  1. Batasi mengonsumsi fast food
  2. Untuk menumis masakan, gunakan minyak goreng (dengan kadar unsaturated yang tinggi) daripada margarin.
  3. Untuk olesan roti, pilih margarin lembut' dengan kadar lemak' trans yang rendah.
  4. Hindari penggunaan minyak goreng yang telah dipakai berulang untuk menghindari terbentuknya lemak trans akibat pemanasan.
  5. Jika Anda gemar membuat cake atau cup cake, tetapi ada anggota keluarga yang mesti diet rendah kolesterol, mengapa tidak menyajikan cake/cup cake rendah kolesterol untuk orang tersayang? Caranya:
  • Ganti mentega/margarin dalam resep tersebut dengan minyak goreng baru (yang mengandung asam lemak tak jenuh kadar tinggi) dengan takaran yang sama.
  • Ganti telur dengan vinegar dan baking soda. (1 telur bisa diganti oleh 1 sendok makan vinegar + 1 sendok teh baking soda).

Margarin atau mentega memang memberikan rasa gurih untuk tumisan, roti juga menjadi lebih lezat. Namun, sebaiknya jangan berlebihan mengkonsumsi margarin atau mentega ini, karena kurang baik untuk kesehatan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.
0 Komentar untuk " Bahaya Asam Lemak Trans di Margarin atau Mentega "


Back To Top