Berbagai Manfaat Cuka Dapur untuk Dapur Anda

Kali ini kita akan membahas tentang manfaat cuka dapur. Pasti ibu rumah tangga semua sudah sering menggunakan cuka dapur. Bahan ini berguna menambah rasa asam pada masakan tertentu, seperti cuko pempek, sayur asam, atau masakan lainnya. Tetapi jika ada alternatif rasa asam dari bahan lain yang alami, disarankan Anda menggantinya.

Misalnya: menggunakan air perasan jeruk nipis/jeruk lemon, atau menggunakan asam Jawa/tomat untuk menambah rasa asam pada masakan. Bahan-bahan ini lebih alami daripada cuka dapur botol. Tetapi bukan berarti Anda disarankan membuang cuka botolan yang terlanjur terbeli. Justru sebaliknya, simpan baik- baik di dalam lemari dapur. Karena ada manfaat lain dari cuka dapur botolan secara tidak langsung terhadap kesehatan Anda sekeluarga.

Apa itu Cuka Dapur?

Jika Anda sedang di dapur, ambillah kembali cuka dapur botolan dari lemari, dan cermati baik-baik label di sisi luar kemasannya. Apakah terdapat keterangan tentang komposisi seperti berikut ini:

Food grade acetic acid 25%
Purified water 75%
Caution: Corrosive liquid

Food grade menyatakan bahwa zat tersebut (dalam hal ini asam asetat) diproduksi sesuai standar yang memenuhi persyaratan kelayakan makanan, sehingga aman dikonsumsi. Sedangkan 25% menyatakan kandungan berat 25% asam asetat dalam 100% berat larutan (catatan: 100% larutan = 25% asam asetat + 75% air).

Apakah konsekuensi dari angka 25% ini? Berdasarkan penggolongan asam asetat menurut EU (European Unity/ Uni Eropa), asam asetat dengan kandungan 10-25% dikategorikan sebagai iritan (yaitu zat yang menyebabkan iritasi), sedangkan 25-90% dikategorikan korosif (bersifat merusak bahan lain yang berkontak). Ketentuan tersebut berlaku untuk konsentrasi asam asetat di atas 10%. Dengan kata lain, konsentrasi yang kurang dari 10% adalah relatif aman.

Bagaimana menurunkan konsentrasi asam asetat dari 5% menjadi di bawah 10%? Caranya mudah. Campurkan cuka dapur dan air dengan perbandingan 1:4 (1 bagian cuka dalam 4 bagian air), lalu aduk rata. Hal ini sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasan luar botol cuka tersebut:

To make a 5% solution, mix 1 part of this food grade acetic acid solution with 4 parts of water

Pastikan Anda mengencerkan cuka dapur lebih dulu sesuai instruksi di kemasan sebelum menggunakan ataupun mengonsumsinya.

Rumus Kimia Cuka Dapur

Asam asetat (rumus kimia: C.KO.) adalah sejenis asam yang mudah bercampur dengan air. Asam ini bisa dihasilkan secara alami dari hasil fermentasi lanjutan bahan yang mengandung gula (misalnya: buah-buahan) oleh mikroorganisme dari jenis acetobacter. Acetobacter ini mampu mengubah kandungan gula dalam bahan tersebut menjadi asam asetat. Sebagai produk akhir, kita kenal sebagai vinegar.

Untuk keperluan industri, asam asetat diproduksi melalui  beberapa alternatif proses kimia, yaitu :
  • Karbonilasi metanol (CH3OH) oleh gas karbon monoksida (CO).
  • Oksidasi gas asetaldelida (C4H10) oleh gas oksigen (O2)
  • Oksidasi alkana dan alkena (gas hidrokarbon dengan rantai C4 – C8) oleh gas oksigen (O2)
Di antara ketiga reaksi kimia tersebut, produksi asam asetat melalui reaksi  dipandang yang paling kompetitif dan murah hingga besar kemungkinan cuka dapur botolan di dapur Anda adalah hasil dari bahan-bahan kimia ini. Karena itulah pada penjelasan sebelumnya disebutkan bahwa rasa asam dari buah asam atau tomat lebih alami daripada cuka dapur botolan.

Berbagai Manfaat Cuka Dapur untuk Dapur Anda 

Cuka Dapur untuk Keperluan Dapur

Sahabat tipsunikibu.com, asam asetat telah dikenal selama ribuan tahun sebagai antiseptik dalam perawatan luka di kulit. Menurut beberapa literatur, asam ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu dan juga jamur. Karena daya basminya ini, cuka dapur (yang mengandung asam asetat) bermanfaat sebagai bahan pembersih dapur Anda sebagai anti jamur dan anti Kuman. Dapur yang bebas dari kuman berpengaruh secara langsung terhadap kesehatan Anda sekeluarga. Tetapi Pastikan untuk mengencerkan lebih dulu sesuai petunjuk kemasan sebelum menggunakan.

Menghambat Pertumbuhan Jamur/Kuman di Lemari es

Jika Anda mendapati sayuran dan buah-buahan yang tersimpan di lemari es cepat berjamur, saatnya Anda membersihkan lemari es tersebut dengan cuka dapur. Begitu juga dengan seal (penyekat karet) di sisi dalam pintu lemari es berpotensi menjadi media tumbuhnya jamur/bakteri di lemari es.

Caranya:


Bersihkan terlebih dulu lemari es Anda dengan baking soda untuk menghilangkan bau akibat jamur/ bakteri. Setelah itu, semprotkan cuka dapur encer dengan menggunakan botol semprot ke sudut-sudut lemari es secara merata. Usap sisa semprotan/ yang berlebihan dengan lap bersih yang lembap. Lakukan secukupnya dan tak berlebihan. Untuk membersihkan seal lemari es, lepaskan seal tersebut dari sisi dalam pintu, lalu bersihkan dengan menggunakan campuran baking soda dan cuka dapur encer dengan perbandingan yang sama, lalu angin-anginkan. Pasang kembali setelah kering.

Menghilangkan Bau Tengik di Lemari Dapur bawah

Lemari dapur tradisional yang bagian bawahnya berbatasan langsung dengan lantai, biasanya rentan kelembapan. Kondisi ini mengakibatkan tumbuhnya jamur sehingga menyebabkan bau tengik yang tercium setiap kali Anda membuka pintunya. Atasi dengan menyemprotkan cuka dapur encer (dalam botol semprot) ke sudut-sudut lemari dan ke dasar lantai. Usap kelebihan cairan dengan lap bersih. Lakukan secara berkala. InsyaAllah bau tengik tersebut hilang seiring dengan terhambatnya jamur.

Meja Dapur Bebas Kuman

Tak perlu membeli bahan kimia anti kuman untuk membersihkan meja dan dinding dapur Anda yang terbuat dari keramik. Basahi lap kain bersih dengan larutan cuka encer, kemudian sapukan di permukaan keramik tersebut, biarkan kering. Lakukan secara berkala.

Bagaimana Asam Asetat Berfungsi sebagai Anti Bakteri?

Beberapa literatur ilmiah yang meneliti efek asam asetat terhadap beberapa bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit), menduga bahwa sifat antibakteri dari asam asetat berhubungan dengan kemampuan asam ini menembus membran/dinding sel dari bakteri, sehingga menyebabkan mengalirnya bakteri. Sebagai akibatnya, bakteri tersebut akan mati.

Kini Anda telah tahu bahwa cuka dapur berfungsi pula sebagai bahan anti kuman di dapur. Dapur yang bebas kuman akan menghasilkan makanan yang sehat. Sehingga tak salah kiranya jika Anda selalu memiliki persediaan cuka dapur, karena bahan kimia yang murah meriah ini bermanfaat positif secara tak langsung terhadap kesehatan Anda sekeluarga.

Banyak manfaat cuka dapur yang dapat membantu pekerjaan Anda di dapur. Sekarang kita lebih tahu bagaimana untuk memanfaatkan cuka dapur. Sahabat tipsunikibu.com, semoga artikel ini membantu. Terimakasih.
0 Komentar untuk " Berbagai Manfaat Cuka Dapur untuk Dapur Anda "


Back To Top