Memahami Asam Lemak Jenuh Pada Minyak Goreng untuk Kesehatan Anda

sebagian dari kita memilih minyak goreng berdasarkan persepsi visual, seperti jernih dan berwarna cemerlang. Sebagian dari Anda mungkin memilih berdasarkan kandungan zat bermanfaat, seperti omega 3, vitamin A, E, D, dan sebagainya. Apapun variasi dalam pertimbangan tersebut, sebaiknya Anda tambahkan satu kriteria lagi dari sisi bahan kimia sebagai pertimbangan dalam memilih minyak goreng yaitu asam lemak jenuh. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita mengenal lebih dulu tentang asam lemak.

Apa itu Asam Lemak?

Meskipun berawalan 'asam', asam lemak tidaklah sama seperti asam sitrat atau asam asetat, karena merupakan turunan dari lemak. Bahan kimia ini bisa berasal tumbuhan atau hewan, dan digunakan secara luas di industri sebagai bahan baku dari berbagai produk; termasuk produk-produk konsumen seperti makanan, obat-obatan dan keperluan pribadi (seperti sabun, pelembap, sampo, dan sebagainya). Asam lemak ini, bersama-sama lengan gliserol, adalah komponen penyusun trigliserida. Trigliserida adalah senyawa utama dalam bahan yang selalu Anda gunakan untuk memasak, yaitu minyak goreng.

Untuk Pengetahuan Anda

  • Asam Lemak adalah senyawa organik yang memiliki gugus karbosilat COOH dan rantai karbon-hidrogen terbuka (alifatik) yang disebut dengan gugus -R dengan panjang bervariasi, sehingga asam lemak umum disimbolkan dengan R-COOH. Variasi dari rantai alifatik (-R) ini menentukan sifat dari asam lemak.
  • Gliserol (rumus kimia: C3H8O3) adalah senyawa organik yang tidak berwarna dan tidak berbau, dan terdiri dari 3 rantai karbon dan 3 gugus -OH.
  • Trigliserida adalah lemak alami yang tersusun dari 3 asam lemak dan 1 gliserol. 3 Asam lemak +  Gliserol -> trigliserida
  • Sesuai sifatnya, ikatan antar atom karbon pada rantai alifatik (gugus —R) dari asam lemak bisa berupa ikatan tunggal (yaitu C—C) atau ikatan ganda (yaitu ganda dua C=C, atau ganda tiga C=C). Karena itu dikenal dua macam asam lemak,yaitu:
  • Asam Lemak Jenuh/ saturated: jika semua atom    karbon di rantai alifatiknya berikatan tunggal C—C, di mana masing-masing atom karbon telah berikatan dengan tiga atom hidrogen (H).
  • Asam Lemak Tak Jenuh / un-saturated: jika terdapat ikatan ganda di rantai alifatiknya, baik ganda dua C=C atau ganda tiga OC, dan masing-masing atom karbon baru berikatan dengan 1 atau 2 atom hidrogen (H). Ikatan ganda dua atau ganda tiga ini bisa berjumlah satu (mono) atau banyak (poli). Karena itu dikenal istilah mono-unsaturated fatty acid (asam lemak tak jenuh tunggal) dan poli-unsaturated (asam lemak tak jenuh banyak).
  • Ikatan tunggal (C—C), atau disebut ikatan jenuh, menandakan bahwa atom karbon (C) telah berikatan dengan atom hidrogen (H).
  • Ikatan ganda (C=C, C = C). atau disebut ikatan tak jenuh, menandakan terbukanya kesempatan bagi atom-atom karbon untuk berikatan dengan atom lain selain hidrogen (H).
Ikatan ganda bisa berubah menjadi ikatan tunggal pada kondisi tertentu, misalnya pemanasan pada suhu tinggi (saat menggoreng) atau karena proses modifikasi di industri, yang bertujuan menghasilkan asam lemak trans.

Kenali Minyak Goreng Anda

Indonesia dikenal sebagai penghasil minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Karena itu tak heran jika minyak goreng yang banyak dipakai dalam rumah tangga adalah kedua jenis Ini. Selain itu dikenal juga jenis minyak goreng lain, seperti minyak jagung, minyak zaitun, minyak kedelai atau minyak biji bunga matahari. Masing-masing jenis minyak ini memiliki kandungan asam lemak yang berbeda, baik dari sisi jumlah karbon, atau jenis ikatan kimia antar atom karbon (ikatan jenuh atau tak jenuh ganda dua/ganda tiga).

Karena senyawa utama dari minyak goreng adalah trigliserida, sedangkan trigliserida tersusun dari asam lemak dan gliserol; maka tinjauan terhadap minyak goreng bisa didasarkan pada kandungan asam lemaknya, apakah berantai karbon pendek/panjang, dan apakah ikatan antar atom karbonnya bersifat jenuh atau tak jenuh. Setiap jenis minyak berbeda dalam hal jumlah ikatan jenuh, ikatan jenuh ganda tunggal atau ikatan jenuh ganda banyak dari asam lemaknya. Deretan angka-angka di tabel berikut ini bukanlah tidak memiliki arti, karena berpengaruh pada produksi kolesterol dalam tubuh.
 

Jenis Asam Lemak vs Kesehatan

Seperti kita ketahui, kolesterol yang diproduksi oleh tubuh dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu LDL (low-density lipoprotein) dan HDL (high-density lipoprotein).

Kadar LDL yang tinggi dalam darah berpotensi menyebabkan penumpukan lemak pada dinding dalam arteri, sehingga rentan terkena stroke/serangan jantung. Karena itulah LDL sering disebut dengan lemak 'jahat'. Sebaliknya, HDL sering disebut dengan lemak 'bagus'. Kadar HDL yang tinggi akan mencegah penumpukan LDL dari arteri, sehingga menghindarkan dari risiko terkena stroke/serangan jantung.

Asupan makanan yang berupa minyak/lemak berpengaruh terhadap kadar LDL dan HDL ini. Sebagian besar ahli kesehatan meyakini bahwa ikatan jenuh dalam lemak/minyak berpengaruh terhadap kenaikan kadar LDL; sedangkan ikatan ganda berpengaruh terhadap kenaikan kadar HDL. Menurut pendapat ini, minyak dengan kadar poly-unsaturated dan monosaturated yang tinggi bermanfaat menurunkan LDL, sehingga berpotensi menurunkan risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner.

Perkecualian adalah minyak kelapa. Meskipun mengandung ikatan saturated dalam kadar tinggi, tetapi memiliki rantai karbon-hidrogen alifatik dengan panjang medium, sehingga cepat dicerna tubuh. Minyak kelapa dipercaya memiliki berbagai khasiat sebagai antioksidan, mencegah penyakit jantung, anti kanker dan anti virus.

Perlu Anda Perhatikan

Selain minyak tumbuhan, asam lemak jenuh juga dikandung bahan makanan lain seperti keju, susu, mentega, telur, cokelat, daging merah (sapi, kambing) dan daging unggas (ayam terutama itik). Konsumsi bahan-bahan ini akan menyebabkan tubuh memproduksi kolesterol. Bila Anda mungkin menjumpai makanan dalam kemasan yang mencantumkan Bebas Kolesterol', cermati komposisinya pada kemasan, jika mengandung bahan-bahan tersebut, sebaiknya batasi mengonsumsi.

Bahaya Minyak Goreng Bekas Pakai

Telah disebutkan sebelumnya bahwa ikatan tak jenuh dari rantai karbon asam lemak bisa berubah menjadi ikatan jenuh karena pemanasan, baik karena panas matahari ataupun panas api. Karena itu pastikan Anda menyimpan minyak goreng di tempat yang terlindung dari sinar matahari atau panas kompor secara langsung untuk mencegah ikatan tak jenuh terdegradasi.

Perubahan ikatan tak jenuh (OC atau C = C) dari asam lemak menjadi ikatan jenuh (C-C) berlangsung relatif cepat saat minyak tersebut dipanaskan pada suhu tinggi untuk keperluan menggoreng. Ini berarti, minyak yang telah dipakai menggoreng telah kehilangan ikatan tak jenuh pada asam lemaknya, sehingga berefek kurang bagus terhadap kesehatan. Idealnya, gunakan minyak goreng baru setiap kali menggoreng makanan. Tetapi jika hal ini dirasa tidak efisien, batasi pemakaian minyak goreng bekas berulang; sebaiknya tidak lebih dari 2-3 kali saja.

Jika Anda sering membeli makanan di luar seperti ayam goreng atau makanan yang digoreng lainnya, pertimbangkan untuk membelinya tanpa digoreng (tetapi sudah matang). Sebagai gantinya, gorenglah di rumah dengan minyak goreng baru.

Penjual makanan umumnya memakai minyak goreng yang telah digunakan berkaili-kali karena alasan murah. Secara  fungsi, ikatan-ikatan karbon-hidrogen pada minyak tersebut menjadi sangat jenuh dan bahkan telah rusak karena pemanasan berulang pada suhu tinggi. Hindari mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak bekas seperti ini demi kesehatan Anda sekeluarga.

Sahabat tipsunikibu.com, sekarang kita mengetahui alasanya kenapa minyak goreng bekas kurang baik untuk kesehatan. Setelah di jelaskan di atas tentang asam lemak jenuh pada minyak goreng bekas hendaknya kita lebih memilih minyak goreng baru untuk keperluan memasak demi kesehatan keluarga Anda. semoga artikel ini bermanfaat. Termiakasih. 
0 Komentar untuk " Memahami Asam Lemak Jenuh Pada Minyak Goreng untuk Kesehatan Anda "


Back To Top