Memahami Efek MSG pada Kaldu Instan untuk Kesehatan

Halo Sahabat tipsunikibu.com, kita pasti pernah mendengar kata MSG. Bahan kimia ini sering kita konsumsi melalui kaldu instan. Siapa yang tak kenal kaldu instan? Bahan masakan ini adalah 'andalan' para ibu-ibu yang merasa tak PD (percaya diri) akan hasil masakannya. Terlebih iklan-iklan di media massa gencar menayangkan berbagai macam kaldu instan, dari rasa ayam, sapi, hingga ikan; dari bentuk serbuk, blok/padat, maupun cair. Persepsi pemirsa telah terbentuk bahwa dengan menambahkan sedikit pada masakan, akan membuat seluruh anggota keluarga menyukai masakan Anda. Siapa yang tidak tertarik?

Apa itu MSG?

Ambillah lagi kaldu instan yang Anda simpan di dapur, dan cermati komposisinya. Selain rempah-rempah, garam, gula, bawang merah/putih, merica, apakah juga mengandung kata- kata berikut ini:

sodium glutamate, atau disodium glutamate, atau monosodium glutamate?


Awalan di atau mono sebelum kata sodium (pada kata 'disodium' atau 'monosodium') menunjukkan banyaknya atom sodium (Na) yang berikatan (mono=satu, di=dua). Tetapi semua bahan tersebut pada intinya adalah sama, yaitu sodium glutamate, alias vetsin atau penyedap rasa. Singkatnya, ada vetsin di kaldu instan yang Anda gunakan, meskipun kadarnya mungkin lebih rendah daripada menambahkan vetsin secara langsung pada masakan.

Sodium glutamate (untuk selanjutnya kita sebut 'MSG' untuk memudahkan) berasa unik yang tidak dimiliki oleh bumbu masakan dari rempah alami. Riset yang dilakukan tentang MSG dengan sensorik indra perasa menyimpulkan bahwa rasa MSG berada di luar dari empat wilayah sensor terhadap rasa asam, manis, asin dan pahit, dan menghasilkan rasa serupa daging atau kaldu. Rasa ini terbentuk akibat efek sinergi yang berlipat antara MSG dengan senyawa asam amino tertentu (yaitu disodium isosinat dan disodium guanilat) yang terdapat dalam daging, ikan, sayur dan jamur. Kemampuan yang unik ini tidak dimiliki oleh garam biasa. Karena itulah MSG banyak dipakai sebagai bumbu penyedap masakan.

MSG atau monosodium glutamate adalah garam sodium (Na) dari asam glutamat, (catatan: asam glutamat adalah salah satu asam amino penyusun utama dari protein di jaringan tubuh makhluk hidup). MSG bisa diproduksi secara alami, misal ekstraksi asam glutamat dari rumput laut atau tumbuhan lain.

Sahabat tipsunikibu.com, dalam skala besar, MSG diproduksi di industri kimia. Dikenal empat macam proses produksi MSG. yaitu ekstraksi, sintesis kimia (buatan), fermentasi, dan enzimatik. Masing-masing produsen MSG tidak terlalu terbuka mengenai proses mana di pabriknya, karena merupakan ‘rahasia perusahaan’.

Saat ini umumnya MSG diproduksi melalui proses fermentasi menggunakan bahan baku berkadar gula tinggi, atau dari hidrolisat protein sebagai hasil dari proses hidrolisis karbohidrat.

Secara bagan sederhana proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. MSG yang dihasilkan selanjutnya diolah lebih lanjut dalam bentuk kristal putih seperti yang sekarang kita kenai:

                                                           NaOH (sodium hidroksida)
                                                                            ↓
Tetes tebu/hidrolisat karbohidrat -> Asam glutamat ->MSG
                                                 ↑
                                           Bakteri *)

*) dari jenis Corynebacterium glufamicum Brevibacterium lactofermenium, atau Brevibacterium flavum.


Risiko MSG terhadap Kesehatan

Beberapa dekade lalu, MSG ditengarai berkorelasi dengan penyakit 'Chinese Syndrom’. Istilah ini dipopulerkan oleh Robert Ho Man Kwok, M.D. pada tahun 1968 yang menuliskan anekdot tentang gangguan saraf tubuh setelah mengonsumsi masakan China. Menurut Robert Ho Man Kwok, gejalanya meliputi kekakuan leher belakang dan rasa berat di wajah dan dada atas.

Namun riset-riset oleh para ahli setelah itu tidak membuktikan korelasi langsung dari MSG terhadap perkembangan janin, pertumbuhan bayi dan anak, maupun terhadap gangguan saraf dan fungsi tubuh. Sehingga kemudian badan/organisasi pengawas pangan dan obat- obatan Amerika FDA (Food and Drug Administration), dan komite bersama dari organisasi dunia pangan dan kesehatan dunia, yaitu FAO (Food and Agriculture Organization) dan WHO (World Health Organization), mengategorikan MSG aman dikonsumsi.

Namun demikian, sebagian para ahli bersikap kontra terhadap efek MSG. Sisi risiko MSG, menurut pendapat mereka, adalah pada sifat dan karakter dari asam glutamat buatan, dan pada pemakaian bahan berbahaya pada proses produksi MSG. Mereka berpendapat bahwa asam glutamat bebas (dalam arti tidak berikatan dengan asam amino lain - seperti disebutkan di atas) memiliki sifat dan karakter yang berbeda dengan asam glutamat yang didapat secara natural (misalnya dari rumput laut), dan dikhawatirkan berbahaya terhadap sel-sel tubuh, bahkan mengkaitkan dengan kanker.

Selain itu, proses produksi MSG yang melibatkan reaksi hidrolisa dari bahan baku berprotein tinggi (misalnya: gandum) menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya seperti asam klorida (HCI), dan menghasilkan produk samping yang berbahaya bagi kesehatan tubuh karena berpotensi menyebabkan kanker.

Yang Sebaiknya Anda Lakukan

Meskipun secara resmi MSG dinyatakan aman, hingga kini efek MSG terhadap kesehatan masih menjadi kontroversi. Menghindari MSG sama sekali jelas sulit, karena bahan kimia ini telah luas digunakan di berbagai industri makanan. Jajanan anak-anak, makanan cepat saji (fast food), makanan yang Anda makan di restoran, dan makanan olahan lain, semua tak luput dari tambahan MSG. Yang dapat Anda lakukan adalah mengontrol konsumsi MSG di keluarga, dengan meminimalkan menambahkan MSG pada masakan Anda. Simak tips berikut.

  • Jika selama ini Anda menghabiskan satu bungkus kaldu instan untuk memasak dalam 2-3 hari, cobalah menguranginya hingga satu bungkus tersebut habis dalam seminggu.
  • Berikutnya, usahakan habis dalam dua minggu, tiga minggu, dan seterusnya, hingga Anda tak lagi bergantung pada kaldu instan tersebut.
  • Perbanyak porsi bawang merah, bawang putih, merica, garam, gula dan air kaldu rebusan daging/ayam secukupnya ke dalam masakan tumisan. agar tetap gurih meski tanpa tambahan kaldu instan.
  • Pemakaian kaldu instan untuk masakan berkuah bisa diganti dengan memakai bahan-bahan alami. Cara tambahkan bawang putih, bawang merah, merica, gula, garam yang telah dihaluskan, juga wortel dan seledri yang telah  dipotong- potong ke dalam air rebusan kaldu ayam/sapi sesuai selera, sahabat tipsunikibu.com, kaldu sehat siap digunakan.
0 Komentar untuk " Memahami Efek MSG pada Kaldu Instan untuk Kesehatan "


Back To Top