Waspadai Insektisida di Kapur Semut

Halo sahabat, mungkin Anda termasuk salah satu pengguna kapur semut? Bahan ini praktis digunakan untuk mengusir/membasmi semut/kecoa pengganggu di dapur. Penggunaannya sangat mudah. Untuk mengusir semut/kecoa, tariklah garis di sekeliling makanan tersebut sebagai 'pembatas'. Hasilnya, semut dan kecoa tak akan mengerubungi makanan tersebut, karena tak berani melintasi garis itu.

Sedangkan untuk membasmi serangga (semut/kecoa), hancurkan kapur tersebut secukupnya, lalu sebarkan di area dapur yang bersemut atau banyak terdapat kecoa. Tak butuh waktu lama, binatang-binatang itu pun mati. Mudah digunakan dan cepat daya basminya. Mungkin sebab itu, untuk menarik konsumen, produsen produk ini menamai produknya ‘miraculuous chalk'. Karena keampuhannya, tak heran jika banyak para ibu menyimpan kapur ajaib ini di lemari dapur untuk persediaan, dan menggunakannya jika perlu. Sebenarnya, bahan apakah kapur semut ini? Amankah bagi kesehatan?

Tentang Kapur Semut

Tidak banyak literatur tersedia tentang kapur semut ini. Sahabat tipsunikibu.com, tetapi hasil penelusuran di internet mendapati bahwa bahan aktif kapur semut/kecoa umumnya adalah senyawa deltametrin atau senyawa sipermetrin dengan komposisi berkisar 0.5%. Kedua bahan ini termasuk jenis insektisida (bahan pembunuh serangga).

Deltametrin, Spermetrin, dan Cara Kerja Pembasmi Serangga


 Deltametrin/deltamethrine (rumus kimia: C22H19Br2NO3) dan sipermetrin/cypermethrine (C22H19Cl2NO3) adalah bahan kimia yang termasuk dalam golongan piretroid (catatan: piretroid adalah senyawa buatan yang menyerupai senyawa piretrin dari hasil ekstraksi bunga krisan). Deltametrin dan sipermetrin    berbeda dalam kandungan atom bromida (rumus kimia: Br) dan klorida (rumus kimia: O). Senyawa-senyawa yang mengandung unsur bromida atau klorida biasanya bersifat toksin (berefek racun bagi tubuh), tidak terkecuali deltametrin dan sipermetrin, bahan yang dikandung kapur semut.

Ketika semut atau kecoa memakan kapur semut, deltamefrin/sipermetrin dalam kapur tersebut akan menyerang sistem saraf iri serangga tersebut, sehingga mengganggu kelancaran proses metabolisme sel. Sebagai akibatnya, kedua binatang tersebut mati.  

Kapur semut/kecoa digunakan secara luas dalam rumah tangga di negara-negara berkembang. Tetapi di negara-negara maju, kapur semut/kecoa ini menjadi kontroversi karena faktor keselamatan. Produk ini mirip dengan kapur tulis, sehingga dikhawatirkan berkontak dengan anak-anak akibat mereka salah persepsi. Sayangnya, beberapa produk kapur tulis malah dibuat berwarna-warni, yang dikhawatirkan akan menarik perhatian anak-anak dan memakainya untuk bermain.

Tidak hanya itu. Produsen kapur semut/kecoa umumnya tidak menuliskan bahan aktif dari produk tersebut pada label kemasan. Hal ini menyulitkan badan kesehatan/lingkungan di negara-negara maju untuk mengklasifikasi tingkat bahaya dan efeknya terhadap kesehatan. Dan yang lebih fatal lagi, terkadang ditemui produsen kapur semut/kecoa yang menyatakan bahwa , bahan ini aman digunakan dan tidak berbahaya bagi manusia/binatang. Tentu saja bertolak belakang dengan fakta ilmiah tentang sifat kimia dari pestisida sebagai pembasmi serangga.

Risiko Deltametrin dan Sipermetrin terhadap Kesehatan

Efek toksin dari suatu zat terhadap tubuh sangat tergantung pada banyak faktor, yaitu dosis/kadar, lama kontak/durasi dan jalur kontak (melalui kulit/pernapasan/pencernaan). Gejala seketika yang dirasakan setelah kulit berkontak dengan deltametrin atau sipermetrin adalah rasa gatal, terbakar, kesemutan, atau mati rasa pada kulit yang terkena, khususnya jika kulit Anda tergolong sensitif.

Jika dosis tinggi yang terhirup deltametrin atau sipermetrin bisa menyebabkan pusing, mual, lelah, vertigo, hilang selera makan, sesak napas, muka terasa terbakar, dan sebagainya. Penelitian lain melalui jalur pencernaan menyatakan tidak ditemukannya gejala tertentu terhadap sukarelawan yang diminta menelan deltametrin sebanyak 3 mg, meskipun terdapat kasus percobaan bunuh diri dengan menelan potongan-potongan kecil kapur semut, yang berakhir di rumah sakit.

Implikasi dari hasil ini adalah bahwa deltametrin dan sipemetrin yang terkandung dalam kapur semut bukan merupakan bahan yang aman bagi anak- anak, mengingat level sensivitas mereka yang lebih rendah daripada orang dewasa.

Sejauh ini belum terdapat penelitian tentang efek jangka panjang deltametrin dan sipermetrin terhadap tubuh. Tetapi badan perlindungan lingkungan Amerika (EPA) dan badan internasional untuk riset kanker (IARC) menggolongkan deltametrin dalam senyawa yang tidak berpotensi menyebabkan kanker. Adapun sipermetrin digolongkan EPA sebagai bahan yang kemungkinan menyebabkan kanker bagi manusia, berdasarkan terbatasnya data hasil penelitian terhadap hewan-hewan di laboratorium.

Yang Sebaiknya Anda Lakukan

Meskipun kadar deltametrin dan sipermetrin dalam kapur semut/kecoa hanya berkisar 0.5%), dan kedua bahan ini tidak dinyatakan sebagai karsinogen, bukan berarti Anda menjadi kurang waspada. Tips berikut adalah cara menghindarkan keluarga dari efek paparan bahan kimia ini.

  • Segera cuci tangan hingga bersih tiap kali Anda selesai menggunakan kapur semut/kecoa.
  • Pakailah masker pelindung hidung jika Anda menumbuk kapur semut/kecoa dalam bentuk bubuk.
  • Pastikan area dimana Anda meletakkan serbuk kapur semut/kecoa tersebut (sebagai umpan) tidak dilalui anak-anak dan hewan peliharaan di rumah.
  • Jangan simpan kapur semut dalam lemari dapur tempat Anda menyimpan makanan atau peralatan makan.
  • Pilihlah tempat aman dan terlindung dari jangkauan anak-anak
Kapur semut memang pilihan yang praktis untuk mencegah atau membasmi serangga. Namun, sekarang kita telah mengetahui ada bahay yang terkandung dalam kapur semut ini. Hendaklah kita bersikap lebih waspada ketika menggunakan produk ini. semoga artikel ini bermanfaat. Termiakasih.
0 Komentar untuk " Waspadai Insektisida di Kapur Semut "


Back To Top