Waspadai Kandungan Asam Klorida di Pembersih Porselen/Keramik

Saat jaman sudah modern sekarang ini, sekarang memang serba dimudahkan dalam segala hal, tidak terkecuali dalam membersihkan porcelen atau keramik di rumah kita. Saat menentukan pilihan membeli pembersih porselen/ keramik, apa yang menjadi dasar pertimbangan Anda? Fungsinya, atau baunya?

Marketing dari consumer goods sangat memahami faktor yang mendorong konsumen menentukan pilihan. Karena itulah iklan-iklan pembersih lantai di TV umumnya lebih menonjolkan kesan yang tertangkap oleh panca indera. Misalnya: beraroma alami seperti tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, atau buah-buahan yang segar. Sebaiknya Anda tidak terfokus pada hal-hal tersebut, karena ada hal penting lain yang perlu Anda waspadai dan seharusnya menjadi prioritas pertimbangan daripada sekadar aroma, yaitu kandungan asam klorida.

Tentang Asam Klorida

Cobalah Anda cermati komposisi pembersih porselen/ keramik yang biasa Anda beli. Apakah di kemasannya terbaca "HCI?" Yang dimaksud dengan HCI di kemasan tersebut adalah hydrochloric acid, atau asam klorida. Produsen pembersih keramik/porselen menyatakan bahwa bahan ini aktif menghilangkan kotoran membandel di permukaan, sehingga keramik/porselen di rumah Anda terlihat kinclong kembali.
  • Apakah Asam Klorida itu?

Asam klorida (rumus kimia. HCI) adalah asam yang berbau tajam, berwarna bening, dan bersifat korosif/merusak terhadap benda lain yang berkontak (misal: logam, plastik, dan sebagainya), termasuk bagian tubuh kita jika terkena. Derajat bahaya dari asam klorida berbanding lurus dengan kadar kepekatannya. Makin pekat kandungan HCI, makin berbahaya efeknya bagi tubuh kita, dan sebaliknya.

Sahabat tipsunikibu.com, umumnya konsumen, mungkin termasuk Anda, menyukai produk pembersih keramik kimiawi ini karena praktis digunakan dan tak perlu tenaga ekstra. Cukup tuangkan secukupnya di permukaan keramik/porselen yang akan dibersihkan, sikat sebentar, lalu bilas dengan air. Hemat waktu dan tenaga!
  • Bagaimana Cara Kerja Pembersih Keramik/Porselen?

Sahabat tipsunikibu.com. kemampuan asam klorida sebagai pembersih porselen/ keramik didasarkan pada sifat kimia dari zat ini sebagai oksidator kuat. Oksidator adalah zat yang bersifat mengoksidasi, sedangkan oksidasi adalah reaksi antara molekul oksigen (02) dengan zat lain.

Sebagai oksidator, asam klorida akan mereduksi zat lain yang bereaksi, dalam hal ini adalah kotoran-kotoran yang melekat di permukaan keramik/porselen tersebut sehingga mudah dibersihkan.
  • Asam Klorida vs Permukaan Keramik/Porselen

Jika Anda rajin membersihkan keramik/porselen dengan produk pembersih yang mengandung HCI, cobalah amati lebih teliti. Apakah Anda mendengar bunyi mendesis lembut yang diikuti timbulnya buih-buih kecil saat membersihkan? Dan semakin sering Anda bersihkan, apakah Anda mendapati lapisan yang mengisi celah antara keramik/porselen (disebut grout) tampak seperti terkikis? Juga permukaan keramik/porselen yang terasa lebih kasar dari sebelumnya? Jika iya, maka kemungkinan besar pemakaian HCI dalam waktu yang lama berkontribusi pada kerusakan tersebut.
  • Bagaimana HCI mengikis dinding keramik/porselen dan grout ?

Keramik dinding/lantai umumnya berbahan baku utama clay. Clay adalah mineral alami yang tersusun dari senyawa silikat hidrat dari alumina. Dengan demikian, clay mengandung unsur aluminium (Al), silikon (Si), oksigen (O) dan hidrogen (H). Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa clay bisa mengalami leaching (terlepasnya suatu komponen dari zat asal) dikarenakan oleh asam klorida. Akibat lebih jauh dari teaching ini, permukaan keramik akan relatif menjadi lebih kasar setelah berkontak dengan asam klorida dalam waktu beberapa lama.

Grout (pengisi celah antara keramik yang bersebelahan) yang umum dipakai adalah berbahan dasar semen, dengan komposisi utama kalsium oksida (CaO) sebesar > 60%, silikon dioksida (SiO2), dan aluminium oksida (AI2O3). Saat dinding keramik dibersihkan dengan pembersih yang mengandung asam klorida, berpotensi terjadinya reaksi antara HCI dengan kalsium dan aluminium dari keramik:

CaO + 2HCl -> CaCl2 + H2O
Al2O3 + 6HCl -> 2AICl3 + 3H20

CaCl2 dan AIO3 yang terbentuk bersifat sangat larut dalam air. Dengan kata lain, asam klorida di pembersih keramik/ porselen bersifat abrasif secara kimiawi terhadap grout (karena bereaksi dengan CaO dan Al2O3 yang terkandung dalam bahan grout), sehingga perlahan-lahan lapisan grout ; menjadi terkikis.

Risiko Asam Klorida Terhadap Kesehatan

Asam klorida tak hanya bersifat mengikis permukaan keramik/ porselen yang kita bersihkan, tetapi juga toksin (beracun) terhadap kesehatan tubuh kita. Terdapat empat potensial jalur kontak antara asam klorida dengan tubuh, yaitu: kulit, saluran pernapasan, mata dan mulut (jika tertelan).

Cairan yang mengandung asam klorida bersifat mengiritasi kulit. Pada kepekatan tinggi, dapat menyebabkan kulit luka-luka bahkan seperti terbakar. Uap dari asam klorida yang terhirup berisiko mengiritasi mata, hidung dan saluran napas bagian atas. Pada konsentrasi/kepekatan tinggi, bahkan bisa menyebabkan paru-paru luka. Asam klorida yang tertelan bisa menyebabkan organ-organ pencernaan luka.

Jika tanpa sengaja keluarga Anda terkena efek di atas, maka pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan saat darurat adalah sebagai berikut:
  • Bilas kulit atau mata yang terkena dengan air bersih sebanyak-banyaknya.
  • Beri air minum sebanyak-banyaknya, usahakan penderita tidak memuntahkan isi perutnya, karena akan menyebabkan saluran tenggorokannya mengalami luka sekunder akibat keasaman dari asam klorida yang dimuntahkan.
  • Segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Yang sebaiknya Anda lakukan

Pilihan terbaik adalah menggunakan pembersih yang bersifat eco green seperti baking soda, vinegar atau asam sitrat. Namun jika Anda tak bisa menghindari penggunaan pembersih keramik/porselen dengan kandungan asam klorida, tips berikut ini mungkin bermanfaat:
  • Gunakan sesuai inslruksi pada label kemasan.
  • Sebelum mulai bekerja dengan pembersih ber-asam
  • klorida, pastikan ruangan tersebut mempunyai sirkulasi udara yang bagus.
  • Pastikan Anda memakai sarung tangan pelindung kulit tangan hingga sebatas siku, masker pelindung hidung dan mulut, sertu kaca mata pengaman (safety glass) untuk pelindung mata dari uap dan cipratan larutan asam klorida.
  • Hindari wadah dari logam (seperti besi, stainless steel, aluminium) atau plastik sebagai tempat menyimpan sementara larutan asam klorida saat Anda membersihkan keramik/porselen. Asam klorida akan bereaksi dengan logam dari wadah tersebut dan menghasilkan gas hidrogen (H2) yang bersifat mudah terbakar. Asam klorida juga melarutkan  plastik tertentu. Sebaiknya gunakan porselen/keramik.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
sekarang kita telah mengetahui tentang asam klorida di pembersih keramik atau porcelen yang mungkin kita pakai. Bijaklah serta hati-hati dalam menggunakan dan memperlalukan pembersih keramik. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.
0 Komentar untuk " Waspadai Kandungan Asam Klorida di Pembersih Porselen/Keramik "


Back To Top